Artikel Terbaru
Komentar Terbaru
  • guest
    kreatif dan menarik untuk...
  • guest
    informasi yang menarik...
  • ems
    percobaan posting...
Other website

Tinggalkan Pesan

Sampai 2019, Listrik Butuh Rp 80 Triliun

JAKARTA-Indonesia membutuhkan dana investasi Rp 70 triliun-Rp 80 triliun untuk sektor listrik hingga 2019.

‘’Rata-rata tiap tahun butuh investasi 7 miliar dolar AS-8 miliar dolar AS,’’ tutur Nasri Sebayang, Direktur Perencanaan dan Teknologi PT PLN, di sela-sela penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pinjaman dengan Agence Francaise de Development (AFD) Prancis, kemarin.

Menurut Nasri, dari investasi yang diperlukan tersebut sekitar Rp 50 triliun-Rp 60 triliun diusahakan oleh PLN dan selebihnya dari swasta.

Namun, dia mengakui PLN hanya mampu membiayai sekitar 15%-20%, sedangkan sisanya sebagian ditanggung APBN dan ada pula pinjaman tanpa bunga dari pemerintah.

‘’Dari APBN-P 2010 kami mendapat anggaran Rp 2,6 triliun dan pinjaman dari pemerintah sebesar Rp 7,5 triliun. Mudah-mudahan tahun depan kami bisa mendapat Rp 10 triliun,’’ ujarnya.

Nasri menyatakan walaupun dana tersebut masih kurang, kebutuhan investasi Rp 50 triliun-Rp 60 triliun sudah terpenuhi tahun ini karena ada beberapa pinjaman dari luar negeri.

Khusus untuk peningkatan distribusi listrik di wilayah Jawa-Bali, PLN membutuhkan dana 119 juta dolar AS untuk memasang trafo-trafo sisipan, terutama bagi pelanggan yang daerah jaringannya rendah. Diperkirakan proyek itu selesai pada 2012.

‘’Dana sebesar itu akan digunakan untuk pemasangan jalur distribusi baru, transformator (trafo) baru, dan kapasitor-kapasitor baru,’’ jelasnya.

Untuk mendanai proyek itu, PLN mendapat kucuran pinjaman senilai 50 juta dolar AS dari AFD, Asian Development Bank (ADB) 50 juta dolar AS yang akan ditandatangani pekan depan, dan kas internal senilai 19 juta dolar AS.

‘’Untuk pembangunan geothermal banyak lembaga yang berlomba membiayai. Antara lain ADB, World Bank, dan JICA,’’ tuturnya.

Country Director AFD Joel Daligault mengatakan tujuan proyek untuk meningkatkan efisiensi energi dengan mengurangi tingkat kerugian distribusi.
Selama ini kerugian jaringan listrik di seluruh Indonesia masih besar, yakni 10,5% pada 2008 dan 8,5% di antaranya disebabkan oleh faktor distribusi.

Hal itu terjadi akibat jaringan hampir kelebihan muatan sehingga mengakibatkan tingkat kerugian tinggi dan kualitas penyediaan tenaga ke pelanggan menjadi rendah.(bn, j10-29)

Sumber : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/06/04/111830/Sampai-2019-Listrik-Butuh-Rp-80-Triliun-

Fri, 4 Jun 2010 @10:36
Tags: news


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2018 Disperindag Prov Jateng
All Rights Reserved