Artikel Terbaru
Komentar Terbaru
  • guest
    kreatif dan menarik untuk...
  • guest
    informasi yang menarik...
  • ems
    percobaan posting...
Other website

Tinggalkan Pesan

Kesulitan Menggarap Pasar Lokal

Klaster Rotan di Trangsan, Sukoharjo (1)

PERAJIN rotan di Desa Trangsan, Kabupaten Sukoharjo mengeluhkan usahanya yang meredup. Sejumlah faktor penghalang pengembangan usaha belum tertuntaskan. Di antaranya suplai bahan baku, pengembangan pasar domestik, dan dampak krisis keuangan global.

Saat ini mereka memperjuangkan agar instansi pemerintah mau menggunakan furnitur rotan untuk inventaris. Hal tersebut terungkap dalam dialog dengan perajin binaan Bank Indonesia (BI) bekerja sama dengan beberapa lembaga, hari Minggu lalu.

Ketua Klaster Rotan Trangsan, Mujiman, mengatakan hingga kini para perajin sepenuhnya mengandalkan pasar ekspor. Untuk menggarap pasar lokal masih kesulitan. Pasar lokal lebih menyukai furnitur berbahan kayu dan plastik.

Pihaknya mendorong pengembangan desain, salah satunya lewat lomba yang diikuti para perajin. Diupayakan cara seperti itu mampu mendorong para perajin untuk menghasilkan desain dengan inovasi.

’’Saat ini furnitur rotan pun dibuat dengan variasi bahan lain, misalnya dikreasikan dengan pelepah pisang, kayu, dan bantalan sofa empuk,’’ jelasnya.

Mujiman menambahkan desain memang mengandalkan pesanan pembeli luar negeri. Soal kemampuan memproduksi, sumber daya manusia (SDM) di Trangsan bisa membuat desain apapun.

’’Teknik membuat desain sudah tidak menjadi masalah karena desain apapun bisa kami buat. Hanya kalau produknya tidak ada yang membeli, ya sudah kami pun menghentikan produksi,’’ paparnya.
Dampak Krisis Pendamping klaster Ucok Suwarto menyebutkan dampak krisis global pada 2008 menghantam usaha para perajin dan masih terasa hingga kini. Apabila sebelumnya bisa mengirim hingga 300 kontainer per bulan, kini 60 kontainer sudah terbilang bagus.

’’Penurunan produksi bisa lebih 70% karena pasar kami benar-benar bergantung pada pasar ekspor,’’ tuturnya.  

Pihaknya berusaha memperjuangkan agar produk rotan bisa masuk indeks tender pengadaan barang furnitur oleh pemerintah. Hingga sekarang pengadaan furnitur masih menyebutkan bahan kayu.

Jika diterima, setidaknya menjadi bukti pemerintah mendukung usaha para perajin lokal. Dengan demikian dukungan jangan hanya berupa slogan, tapi juga turut memakai produk tersebut.

’’Kita mempunyai sentra produksi rotan, tapi kalau pemerintah tidak pernah mendukung bagaimana bisa berkembang. Masyarakat kita pun masih perlu didorong untuk mencintai produk. Desain tidak kalah bagus. Orang-orang luar negeri saja suka. Tetapi negara mereka terkena krisis ekonomi, sehingga banyak pesanan yang dibatalkan,’’ jelasnya. (Moh Anhar-29)

Sumber : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/06/15/113193/Kesulitan-Menggarap-Pasar-Lokal

Tue, 15 Jun 2010 @09:58
Tags: news


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2018 Disperindag Prov Jateng
All Rights Reserved