Artikel Terbaru
Komentar Terbaru
  • guest
    kreatif dan menarik untuk...
  • guest
    informasi yang menarik...
  • ems
    percobaan posting...
Other website

Tinggalkan Pesan

Komponen Konversi Elpiji tidak Penuhi SNI, Pemerintah Korbankan Rakyat

Penulis : Jajang Sumatri

JAKARTA--MI: Marak terjadinya kasus ledakan akibat kebocoran tabung gas elpiji memunculkan keraguan terhadap standarisasi komponen paket program konversi elpiji tabung ukuran 3 kg.

Untuk menghentikan bertambahnya jumlah korban harta dan jiwa di masyarakat, pemerintah harus melakukan penarikan komponen paket yang tidak sesuai dengan ketentuan standar nasional Indonesia (SNI).

"Kalau pemerintah tidak melakukan penarikan terhadap komponen yang tidak memenuhi SNI, ini sama saja dengan mengorbankan rakyat kecil," ujar Wakil Ketua Komisi VI DPR, Ariabima kepada Media Indonesia , MInggu (20/6).

Menurutnya, karena program konversi minyak tanah ke elpiji 3 kg merupakan program negara yang menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) setiap tahunnya, pemerintah harus bertanggung jawab penuh terhadap kebijakan ini.

"Kebijakan ini melibatkan beberapa kementerian dan instansi pemerintah. Namun sepertinya tidak ada koordinasi antarmereka, yang ada terkesan saling lempar tanggung jawab," ujarnya.

Ia menuturkan, berdasarkan penelitian dari Badan Sertifikasi Nasional (BSN), dari 5 komponen paket konversi (tabung, kompor, selang, regulator, dan karet pengaman) belum ada yang 100% sesuai ketentuan SNI.

"Untuk regulator baru 67% dan kompor mencapai 50% di antaranya tidak memenuhi SNI. Selang karet lebih parah, hampir 100% tidak sesuai SNI dengan umur pakai hanya 6 bulan. Barang-barang ini bisa beredar karena pengawasannya memang tidak diterapkan secara ketat," paparnya.

Karena itu ia mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah penyelamatan masyarakat.

"Tarik semua komponen yang tidak sesuai SNI, kalau tidak akan semakin banyak korban berjatuhan. Kementerian Perindustrian harus perketat pengawasan produksi dan Kementerian Perdagangan harus optimalkan pengawasan distribusi," ujarnya.

Di sisi lain, sebagai pelaksana program konversi, PT Pertamina (persero) juga diminta proaktif memperketat pengawasan tabung yang keluar masuk stasiun pengisian bahan bakar elpiji (SPBE).

"Di setiap SPBE ada alat uji tes yang bisa mengukur standardisasi kelayakan tabung, terapkan toleransi nol untuk tabung yang tidak mememuhi ketentuan," tegasnya.

Karena itu, solusi penggantian komponen tanpa memperketat penerapan SNI tidak akan membuat kasus kecelakaan berkurang.

"Solusinya bukan peningkatan jumlah komponen yang beredar di masyarakat, namun harus dilakukan penarikan. Selain itu, aparat hukum harus menerapkan hukuman yang maksimal untuk para pelaku pengoplosan maupun pengawas yang berwenang namun lalai dalam melakukan kewajibannya," pungkasnya. (Jaz/OL-3)

Sumber : http://www.mediaindonesia.com/read/2010/06/21/150335/4/2/Komponen-Konversi-Elpiji-tidak-Penuhi-SNI-Pemerintah-Korbankan-Rakyat

Mon, 21 Jun 2010 @13:20
Tags: news


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2018 Disperindag Prov Jateng
All Rights Reserved