Artikel Terbaru
Komentar Terbaru
  • guest
    kreatif dan menarik untuk...
  • guest
    informasi yang menarik...
  • ems
    percobaan posting...
Other website

Tinggalkan Pesan

Bongkar Muat Peti Kemas Anjlok

SEMARANG- Produksi bongkar muat Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) mengalami penurunan drastis pada September lalu. Ini dikarenakan siklus produksi tahunan pada momen lebaran seringkali membuat aktivitas pengiriman barang tersebut anjlok.

Manager Operasional TPKS Mursidi mengatakan, optimistis produksi pada Oktober ini akan pulih kembali. Sesuai data yang ada produksi bongkar muat barang ekspor impor di TPKS selama September sebanyak 24.726 TEUS. Sedangkan produksi rata-rata per bulan mencapai sekitar 30.000 TEUS. Ia memperkirakan aktivitas perusahaan juga banyak berkurang pada momen lebaran, terutama adanya libur cuti bersama. Di samping itu juga adanya kebijakan larangan angkutan beroperasi di jalan raya pada H-7 sampai H+4 lebaran.

‘’Penurunan itu selalu terjadi pada saat ada momen lebaran. Jadi kami tidak terlalu mengkhawatirkannya,’’ katanya, Senin (4/10). 

Pencapaian produksi bongkar muat barang pada September tersebut bahkan merupakan yang terendah selama tahun ini. Terendah kedua terjadi pada Februari yang angkanya sebesar 29.805 TEUS. Sedangkan tertinggi terjadi pada Juli yang jumlahnya mencapai 35.940 TEUS.
Potensi Agro Mursidi menandaskan, secara keseluruhan, produksi bongkar muat tahun ini diprediksi tumbuh 5% dibandingkan dengan tahun lalu.
Pada tahun lalu produksi bongkar muat barang ekspor impor di TPKS mencapai 356.461 TEUS. Sedangkan ta

hun ini hingga September pencapaiannya sudah sebanyak 282.984 TEUS.
Terkait dengan kecilnya produksi itu, Mursidi menambahkan, selama ini ketergantungan ekspor Jateng terhadap produk mebel dan tekstil serta impor bahan baku penolong masih terbilang tinggi. ‘’Seandainya barang ekspor dan impor itu adalah barang-barang konsumsi maka bisa saja angka produksinya tinggi. Ini bisa terlihat di terminal peti kemas yang ada di Jakarta dan Surabaya yang banyak dikirim. Sudah begitu, di Jateng tidak ada pabrik-pabrik baru lagi. Jadi potensinya belum bisa berkembang,’’ katanya.

Kepala Disperindag Jateng Ihwan Sudrajat berharap, pengusaha lokal mampu memanfaatkan potensi agro sebagai komodiats ekspor.
Selama ini yang masih tergarap adalah mebel dan tekstil. Bila produk agro ini tergarap maka diupayakn mampu meningkatkan volume ekspor dan impor. (H22-44 )  

 

Sumber : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/10/05/125694/Bongkar-Muat-Peti-Kemas-Anjlok-

Tue, 5 Oct 2010 @12:00
Tags: news berita


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2018 Disperindag Prov Jateng
All Rights Reserved