Artikel Terbaru
Komentar Terbaru
  • guest
    kreatif dan menarik untuk...
  • guest
    informasi yang menarik...
  • ems
    percobaan posting...
Other website

Tinggalkan Pesan

Produk China Makin Banjiri Pasar

SEMARANG- Setahun setelah pelaksanaan ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA),  produk China semakin membanjiri Kota Semarang.

 Tak hanya di mal-mal, produk impor dari negeri tirai bambu tersebut juga masuk ke pasar-pasar tradisional seperti Pasar Johar Semarang.

Meski tidak mengakui terus terang, namun bila melihat jenis produk seperti mainan anak-anak dan aksesoris, terlihat jelas sebagian besar dari China. Itu terlihat dari cap atau kode pembuatan yang tertulis Made In China. ’’Ini memang impor dari China yang kami ambil dari pedagang besar,’’ ungkap Watik, pedagang mainan anak di pasar tersebut, kemarin.

Tak hanya mainan anak dan aksesoris, sejumlah pedagang sudah mulai memasarkan baju batik yang bahannya dari sutra China. Namun, batik asal China tersebut sudah berubah menjadi label lain atau nama Indonesia.

Menurut seorang pedagang, seluruh baju batik dengan bahan sutra China tidak lagi dapat dilihat secara langsung perbedaannya dengan batik lokal, karena memang tidak ada label China. Tetapi bila dilihat secara detail akan ketahuan, sebab secara kualitas, batik dari Indonesia lebih bagus.

“Bagi masyarakat yang tahu batik, akan lebih memilih batik lokal. Apalagi, bahan dan kualitasnya jauh lebih baik dari Indonesia,” kata pedagang baju yang tidak bersedia disebutkan namanya tersebut.

Impor Naik

Menurut dia, di Pasar Johar tidak banyak pedagang yang memasarkan baju batik China karena sepi peminat. Oleh sebab itu, jumlahnya membludak dan harganya jauh lebih murah dari batik lokal.

Selain baju batik, produk China lainnya yang sudah masuk di Pasar Johar Kota Semarang yakni sandal dan sepatu. Ada pedagang yang mengaku bertahan dengan jualan sandal dan sepatu lokal dan ada juga pedagang yang mulai beralih berjualan sepatu dan sandal buatan China.

Sutomo, salah seorang pedagang mengaku mulai beralih berjualan sandal dan sepatu produksi China karena model dan harganya yang lebih terjangkau. Ditambah lagi, permintaan konsumen juga meningkat dibandingkan dengan sandal dan sepatu produk lokal.

Sementara itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistisk (BPS) Jateng, nilai impor Jawa Tengah pada Mei 2010 dari China mengalami peningkatan mencapai 102,57 juta dolar AS, naik 13,24 juta dolar AS dibanding nilai impor pada April 2010 (89,34 juta dolar AS).

Nilai impor Jateng pada bulan Mei 2010 mengalami penurunan 33,10 persen yakni dari 1.094,51 juta dolar AS (nilai impor April 2010) menjadi 732,23 juta dolar AS (Mei 2010) dan naik sebesar 10,18 persen bila dibandingkan pada Mei 2009 (664,57 dolar AS). Akan tetapi nilai impor dari China justru mengalami kenaikan. Berdasarkan data tersebut, China menjadi negara pemasok kedua terbesar setelah Saudi Arabia. Pada Mei 2010 nilai impor dari Arab Saudi mencapai 293,44 juta dolar AS, turun 146,40 juta dolar AS dibandingkan dengan nilai impor pada bulan April 2010 (439,83 juta dolar AS).(G2-44)

Sumber artikel : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/12/13/132335/Produk-China-Makin-Banjiri-Pasar

Mon, 13 Dec 2010 @08:20
Tags: news berita


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 3+6+0

Copyright © 2017 Disperindag Prov Jateng
All Rights Reserved