Artikel Terbaru
Komentar Terbaru
  • guest
    kreatif dan menarik untuk...
  • guest
    informasi yang menarik...
  • ems
    percobaan posting...
Other website

Tinggalkan Pesan

2011, Diprediksi Lebih Tinggi

  • Pertumbuhan Ekonomi Jateng

SEMARANG- Sejumlah proyek infrastruktur Jateng yang direncanakan
terealisasi di tahun 2011 diperkirakan bisa memicu pertumbuhan perekonomian menembus level 6%.

Bank Indonesia (BI) Semarang memprediksi perekonomian di tahun depan berada dalam kisaran 5,8%-6,1% (yoy) meningkat bila dibandingkan pertumbuhan tahun 2010.

Pemimpin BI Semarang dan Koordinator BI Jateng-DIY Ratna E Amiaty mengungkapkan, lanjutan proyek tol Semarang-Solo seksi II Ungaran-Bawen, proyek pembangunan waduk Jatibarang, pembangunan Polder Kalibanger, dan realisasi beberapa rencana investasi, seperti pabrik gula di Blora, semen di Rembang, Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi di Ungaran juga akan memicu pertumbuhan ekonomi. Selain itu, perluasan PLTU Geodipa di Dieng Wonosobo dan proyek pelebaran jalur pantura timur diperkirakan membuat ekonomi semakin bergairah.

‘’Kami mencatat pula pelaksanaan Pemilukada di tujuh kabupaten/kota di Jateng tahun 2011 bakal memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian,’’ jelas Ratna saat membuka Seminar Prospek Ekonomi 2011 yang digelar BI dan Budi Santoso Foundation di KBI Semarang, Kamis (16/12). Hadir sebagai pembicara adalah Chief Economist Danareksa Institute Purbaya Yudhi Sadewa PhD dan Dosen FE Unika Soegijapranata Dr Ika Rahutami MSi dengan moderator presenter Metro TV Kania Sutisnawinata.
Rentan Shock Ika Rahutami memprediksi, pertumbuhan yang terjadi di tahun depan akan berada sedikit dibawah perkiraan BI dengan kisaran 5%-6%. Menurutnya, ada beberapa shock yang terjadi di kuartal IV/2010 seperti erupsi Merapi yang berpengaruh terhadap PDRB.

‘’PDRB Jateng struktur ekonominya relatif rentan mudah terkena shock dan komposisi di tahun 2011 relatif tidak banyak berubah dari tahun sebelumnya,’’ jelas Ika.

Meski demikian, ia memperkirakan pembelanjaan di bidang infrastruktur juga akan dilakukan termasuk untuk perbaikan dan pembangunan wilayah yang terkena bencana Merapi. Ia melihat kondisi ekonomi Jateng cenderung lebih baik dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional.

‘’Tapi di Pulau Jawa, Jateng tidak pada posisi yang terbaik. Mungkin menang sedikit dibandingkan DIY, misalnya karena punya pelabuhan untuk ekspor. Jika Jateng dibanding DKI atau Jatim masih cukup jauh,’’ ungkapnya.

Sementara itu, Purbaya mengungkapkan, posisi nilai tukar rupiah yang terlalu kuat juga dinilai kurang baik bagi perekonomian. Dengan rupiah menguat di bawah Rp 9.000 maka daya saing pasar akan menurun.
‘’Secara fundamental rupiah memang kuat dan akan cenderung melemah di bulan-bulan mendatang pada tahun 2011,’’ ujarnya. (J14-77)

Sumber : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/12/17/132718/2011-Diprediksi-Lebih-Tinggi

Fri, 17 Dec 2010 @09:58
Tags: news berita


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 7+5+2

Copyright © 2017 Disperindag Prov Jateng
All Rights Reserved