Artikel Terbaru
Komentar Terbaru
  • guest
    kreatif dan menarik untuk...
  • guest
    informasi yang menarik...
  • ems
    percobaan posting...
Other website

Tinggalkan Pesan

Impor Gula 400 Ribu Ton

MALANG - Musim hujan diperkirakan berlangsung sampai Maret 2011 sehingga berdampak pada penurunan rendemen tebu petani. Produksi gula nasional juga menurun dari 2,4 juta ton tahun lalu menjadi 2,3 juta ton pada 2010, sehingga tidak mampu mencukupi kebutuhan nasional sebesar 2,7 juta ton.

Konsekuensinya,  kata Menteri Pertanian Suswono, tahun ini Indonesia mengimpor gula sebanyak 400.000 ton. Hal itu dilakukan menyusul produksi gula nasional yang menurun kurang lebih 100.000 ton seiring dengan terjadinya anomali cuaca.

Saat ini kebutuhan nasional gula 220.000 ton per bulan. Untuk menutup kebutuhan hingga April atau Mei 2011, perlu impor 400.000 sampai 450.000 ton. Untuk impor gula tersebut, DPR merekomendasikan Perum Bulog sebagai pelaksananya. ’’Gula tersebut akan diimpor dari berbagai negara, aalah satunya Brasil,” tutur Menteri Pertanian di sela-sela acara pengukuhan pengurus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) se-Malang Raya, pekan lalu.

Saat ini stok gula nasional cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional sampai akhir tahun, sedangkan musim giling pabrik gula dalam negeri baru pada April 2011. Hal tersebut menjadi salah satu penyebab kenapa harus impor gula. (jo-29)

Batu Ekspor Sayur ke Taiwan

MALANG - Ekspor sayur asal Kota Batu cukup tinggi akhir-akhir ini. Rata-rata 100 ton per minggu melalui eksportir yang mengambil langsung dari petani. Masudi Warly, Manajer UD Sayur Mas, mengatakan situasi itu menguntungkan petani. ’’Padahal biasanya pada musim hujan harga jual sering jatuh akibat gagal panen atau ancaman pembusukan,’’ tuturnya, kemarin.

Lewat permintaan untuk memenuhi kebutuhan ekspor ke Taiwan tersebut, lanjut dia, petani mampu meminimalisasi risiko atas hasil panennya. Sejauh ini mereka masih mengandalkan eksportir dari Surabaya dan Jakarta karena belum mempunyai akses langsung untuk ekspor ke Taiwan.

Harga ekspor ke Taiwan, kata Masudi, lebih tinggi dibandingkan dengan harga pasaran lokal. Kubis, misalnya, Rp 800 per kg, sedangkan harga lokal hanya Rp 400 per kg. Lalu, sawi putih Rp 500 per kg dan harga lokal Rp 300 per kg. “Untuk sementara dua komoditas sayur itu (kubis dan sawi putih) yang banyak permintaan ekspornya ke Taiwan,” tambahnya.

Selama ini petani juga mengirim sayur ke luar Jawa, terutama Kalimantan rata-rata dalam sehari sekitar 20 ton. Saat ini pengiriman ke pulau itu kerap terkendala ombak tinggi yang membuat kapal pengangkut gagal berlayar. Pengiriman menjadi terlambat tiga hari sampai seminggu sehingga sayur menjadi busuk dan petani rugi besar.

Pujiono, petugas Pusat Agribisnis Pasar Mantung, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, menjelaskan pedagang dilarang memaksakan diri mengirim sayur karena kapal dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya dilarang berlayar menyusul angin kencang yang berpotensi menimbulkan gelombang tinggi.(jo-29)

Sumber : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/12/21/133053/Impor-Gula-400-Ribu-Ton

Tue, 21 Dec 2010 @12:30
Tags: berita news


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 9+3+0

Copyright © 2017 Disperindag Prov Jateng
All Rights Reserved