Artikel Terbaru
Komentar Terbaru
  • guest
    kreatif dan menarik untuk...
  • guest
    informasi yang menarik...
  • ems
    percobaan posting...
Other website

Tinggalkan Pesan

TDL Naik, UKM Makin Terimpit

SEMARANG - Penyesuaian tarif listrik mulai Januari 2011 akan membuat usaha kecil menengah (UKM) semakin terimpit. 

Padahal kenaikan tarif dasar listrik (TDL) pada Juli 2010 lalu sudah membuat industri skala rumahan tersengal-sengal.
”Kami ini ibarat sudah jatuh tertimpa tangga,” kata Rusman Pujiono, ketua Paguyuban UKM Kota Semarang, kemarin.

Menurutnya, sebagian besar UKM memilih untuk tidak menaikkan harga jual meski biaya produksi terus naik. Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk tetap dapat bertahan. Sebab, jika harga jual dinaikkan, tidak ada yang mau membeli barang.

”Dari 120 UKM di Semarang, semuanya dipastikan akan semakin terpukul dengan naiknya tarif listrik. Apalagi sebagian besar bergerak di industri makanan kering. Sisanya batik, konveksi, kerajinan, dan mebel. Mereka semua menggunakan listrik untuk produksi,” ujar pengusaha cindera mata dan lukisan dari pelepah pisang itu.

Tak hanya kenaikan tarif listrik yang menjadi satu-satunya penyebab UKM sulit berkembang. Pembatasan BBM bersubsidi, kenaikan harga-harga pangan juga berpengaruh pada naiknya harga produksi. Belum lagi gempuran produk impor dari China yang cukup mengkhawatirkan. 

”Mebel dari China sangat menghantam industri mebel skala kecil seperti kami. Harga jual sudah dipas, masih juga kalah dengan mebel China,” tandasnya.

Rusman menambahkan, untuk mencoba berjualan melalui online, sebagian besar UKM juga belum siap. Pasalnya, jumlah produksi belum mampu memenuhi permintaan pasar luar negeri. 
”Sebenarnya kami bisa melebarkan sayap dengan berjualan secara online. Tapi ketika pembeli dari luar negeri memesan, kami belum siap dengan jumlah produksi yang masih sedikit.” 
Kemasan Senada, Herlina General Manager CV Pangindo Utama juga memilih tak menaikkan harga jual dalam menghadapi kenaikan tarif listrik meski biaya produksi pasti akan naik. Akibatnya margin keuntungan atau tingkat keuntungan pasti akan turun. Pasalnya jika harga dinaikkan, produknya pasti akan kalah dengan produk industri besar.
”Kenaikan TDL Juli 2010 lalu sudah menaikkan biaya produksi sebesar 10 persen. Tapi kami terus berproduksi dengan perolehan laba yang berkurang,” terangnya.

Kendala lain yang dihadapi industri makanan rumah tangga adalah masalah kemasan. Kemasan produk milik industri besar jauh lebih menarik karena sudah menggunakan teknologi canggih.
Untuk mengantisipasi, Herlina berupaya meminimalkan harga bahan baku, seperti mengambil bahan baku ubi jalar langsung dari petani, tidak melalui pengepul. (J8-71)

 

Sumber : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/01/20/134861/TDL-Naik-UKM-Makin-Terimpit

Thu, 20 Jan 2011 @09:02
Tags: berita news


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 1+8+1

Copyright © 2017 Disperindag Prov Jateng
All Rights Reserved