Artikel Terbaru
Komentar Terbaru
  • guest
    kreatif dan menarik untuk...
  • guest
    informasi yang menarik...
  • ems
    percobaan posting...
Other website

Tinggalkan Pesan

Ekspor 2010 Capai Rekor Tertinggi

JAKARTA - Kinerja ekspor sepanjang 2010 mencatat sejarah dengan nilai tertinggi, yakni 157 miliar dolar AS atau meningkat 35,38% dari 2009. Demikian diungkapkan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan di Jakarta, kemarin.

Ekspor nonmigas, lanjut dia, mencapai 129,68 miliar dolar AS atau meningkat 33,02%. Nilai ekspor pada Desember 2010 sebesar 16,78 miliar dolar AS atau naik 7,36% dibandingkan dengan ekspor November 2010. ”Apabila dibandingkan dengan Desember 2009, ekspor mengalami peningkatan sebesar 25,74%,” jelas Rusman.

Ekspor nonmigas Desember 2010, kata dia, mencapai 13,51 miliar dolar AS atau naik 5,42% dari November 2010. Dibandingkan dengan ekspor Desember 2009 ada peningkatan 24,58%. ”Sepanjang 2010 share terbesar dari bahan bakar mineral, terutama batubara 18,73 miliar dolar AS. Kedua, minyak lemak nabati termasuk CPO (minyak sawit) 16,29 miliar dolar AS,” tambahnya.

Menurut dia, ekspor terbesar ke Jepang mencapai 1,72 miliar dolar AS, disusul ke China 1,70 miliar dolar AS dan ke AS 1,30 miliar dolar AS. ”Kontribusi ketiganya mencapai 34,92%, sedangkan ekspor ke Uni Eropa (27 negara) mencapai 1,93 miliar dolar AS,” ujarnya.

Impor sepanjang 2010 mencapai nilai total 135,61 miliar dolar AS atau naik 40,05% dengan  impor nonmigas sebesar 108,24 miliar dolar AS. ”Share terbesar mesin dan peralatan mekanik 20,02 miliar dolar AS,” tuturnya.

Khusus Desember, nilai impor tercatat 13,09 miliar dolar AS atau naik 0,63% dari November 2010 sebesar 13,01 miliar dolar AS. Dibandingkan dengan impor Desember tahun 2009 naik 27,08%.

Negara pemasok barang impor, tambah Rusman, adalah China senilai 19,69 miliar dolar AS dengan pangsa 18,19%, diikuti Jepang 16,91 miliar dolar AS atau 15,62% dan Singapura 10,05 miliar dolar AS atau 9,29%. ”Neraca perdagangan Desember 2010 surplus 3,09 miliar dolar AS, sedangkan sepanjang 2010 total surplus 22,12 miliar dolar AS,” katanya.

Dia menambahkan negara yang surplus neraca perdagangannya dengan Indonesia terbesar adalah AS, yaitu 4,03 miliar dolar AS. Negara yang neraca perdagangannya dengan Indonesia defisit terbesar adalah China, yakni 5,6 miliar dolar AS.

Rusman memaparkan ekspor Indonesia ke China lebih banyak sumber daya alam, misalnya CPO, karet dan barang dari karet, tembaga, dan bijih-bijih tambang. Juga, bahan kimia organik, kayu dan pulp, serta mesin dan peralatan listrik.

”Impor China umumnya produk-produk industri dan terbesar permesinan. Makin banyak investasi China di Indonesia, kian banyak impor mesin tetapi barang-barang konsumsi tidak banyak,” jelasnya.

Rusman mengakui barang konsumsi dari China, antara lain tekstil dan produk tekstil dan buah-buahan banyak beredar di Tanah Air, namun nilainya tidak sebesar impor permesinan. (J10-29)

 

Sumber: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/02/02/135983/Ekspor-2010-Capai-Rekor-Tertinggi

Wed, 2 Feb 2011 @09:56
Tags: berita news


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 4+0+9

Copyright © 2017 Disperindag Prov Jateng
All Rights Reserved