Artikel Terbaru
Komentar Terbaru
  • guest
    kreatif dan menarik untuk...
  • guest
    informasi yang menarik...
  • ems
    percobaan posting...
Other website

Tinggalkan Pesan

Impor Beras Tak Sejalan Target Swasembada

JAKARTA- Langkah pemerintah melakukan impor beras untuk mengamankan cadangan beras di Perum Bulog ditentang Fraksi PDIP di DPR. 

Fraksi oposisi itu menilai kebijakan impor beras tidak sejalan dengan target swasembada beras yang tercantum dalam Nota Keuangan 2011 dan Undang-undang APBN 2011.
“Nota Keuangan 2011 poin 2453 mengatakan pemerintah mengupayakan alokasi anggaran ketahanan pangan dengan menargetkan swasembada beras dan bahan pangan lainnya untuk kurangi impor,” kata Anggota Fraksi PDIP Arif Budimanta saat raker Menkeu Agus Martowardojo dengan Komisi XI DPR, Selasa (8/2).

Bahkan, tambah dia, pemerintah menargetkan ada surplus produksi beras pada 2011 hingga 68,87 juta ton Gabah Kering Giling (GKG). “Kalau ditargetkan surplus untuk apa impor. Dimana kualitas perencanaannya?” cetusnya.
Apalagi, tambah dia, pemerintah justru membebaskan bea masuk melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 241/2010. PMK tersebut menaikkan 1.248 pos tarif bea masuk dan menurunkan 917 pos tarif bea masuk termasuk beras.

Namun, pemerintah juga menerbitkan PMK 13/2011 yang mengatur penurunan 57 pos tarif bea masuk yang termasuk dalam pos tarif yang dinaikan dalam PMK 241/2010.
Selain itu, Arif juga menyoroti dengan adanya aturan pembebasan bea masuk tersebut juga berlaku untuk impor beras wangi, beras ketan, dan beras setengah matang.

Namun dalam kesempatan tersebut, Menteri Keuangan Agus Martowardojo langsung membantah pernyataan Arif Budimanta. “Beras wangi, ketan, dan setengah jadi bea masuknya tetap ada Rp 450 per kilogram. Bea masuk rendah hanya beras kategori operasi pasar atau untuk raskin,” jelasnya.
Terkait kebijakan impor beras, Agus memaparkan saat ini Indonesia menghadapi peningkatan harga pangan. Meski Indonesia menuju ke swasembada pangan, tambahnya, namun pemerintah juga berhadapan dengan banyak spekulan. “Kami menjaga agar tidak ada ekspektasi inflasi. Ada info kita tidak punya stok beras. Jadi impor ini untuk operasi pasar agar pasar tahu pemerintah punya stok,” jelas dia.

Hal ini bertujuan meredam inflasi dan menjaga daya beli masyarakat. Agus juga menjamin beras impor hanya untuk stok pemerintah bukan untuk dijual di pasaran.

Beras impor, lanjutnya, juga tidak bisa dibatalkan kontraknya. Karena akan berdampak negatif antara Indonesia dan negara pengimpor yakni Vietnam dan Thailand. Agus bersitegas tidak akan merevisi PMK pembebasan bea masuk tersebut sebagaimana disarankan Komisi XI DPR.
Anggota Fraksi PDIP lainnya, Maruarar Sirait meminta Menkeu melakukan pengecekan di lapangan agar beras impor tidak bocor ke pasaran.  (J10-77)

 

Sumber: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/02/09/136517/Impor-Beras-Tak-Sejalan-Target-Swasembada-

Wed, 9 Feb 2011 @13:43
Tags: news berita


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 8+5+9

Copyright © 2017 Disperindag Prov Jateng
All Rights Reserved