Artikel Terbaru
Komentar Terbaru
  • guest
    kreatif dan menarik untuk...
  • guest
    informasi yang menarik...
  • ems
    percobaan posting...
Other website

Tinggalkan Pesan

BUMN Didorong Biayai Enam Koridor Ekonomi

JAKARTA-Pemerintah mendorong Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ikut serta dalam pembiayaan enam koridor ekonomi. Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan dalam retreat bersama BUMN-BUMN di Istana Bogor pekan lalu, terungkap kapasitas keuangan BUMN hampir setara dengan APBN.

”BUMN kita size-nya sudah sama dengan APBN, Rp 1.200 triliun. BUMN sudah menyatakan komitmennya sebesar Rp 400 triliun yang dibelanjakan dalam konteks percepatan dan perluasan ekonomi kita dalam enam koridor,” jelasnya, kemarin. Jika biaya operational expenditure (opex) BUMN yang sudah mencapai Rp 1.000 triliun bisa dihemat 10% saja, sumbangannya cukup besar.

”Sepuluh persen itu artinya Rp 100 triliun, sudah berapa banyak kita membangun transportasi, dahsyat sekali,” ujarnya. Selain dari BUMN, pemerintah akan meminta pembiayaan dari swasta serta dari investasi asing (foreign direct investment). Namun, Hatta mengakui tidak semua BUMN akan diminta melakukan efisiensi untuk membiayai koridor ekonomi tersebut. ”Dari 141 BUMN hanya 67 yang sama dengan 40 miliar dolar AS,” tambahnya.

Di samping BUMN dan swasta, pemerintah membuka peluang investasi kepada negara-negara lain, yakni Jepang, Korea Selatan, dan Rusia. Pada 17 Maret mendatang, kata dia, Pemerintah RI dan Jepang akan bekerja sama dalampembangunan metropolitan priority area (MPA).

”Program MPA akan dimulai detail masterplan-nya untuk pembangunan khusus sektor transportasi, kawasan industri, kecukupan listrik, powerplant, pelabuhan, bandar udara, dan juga yang disebut smart city,” papar Hatta.

Korea Selatan, tambah dia, diharapkan masuk koridor ekonomi dan klaster industri. Ada sekitar 35.000 orang Korea di Indonesia dan industrinya terus bertambah.

Diharapkan mereka bisa mengembangkan suatu klaster industri tersendiri yang tentu bisa menyerap banyak tenaga kerja. Komitmen yang sudah ditandatangani, kata Hatta, adalah dengan Rusia dengan nilai investasi 3 miliar dolar AS untuk pengembangan smelter di Halmahera, Kepulauan Maluku. ”Rusia selama ini membeli hanya biji nikelnya. Ke depan, kita tidak ingin lagi mengekspor biji nikel seperti itu. Kita ingin semua diolah di sini,” tandasnya. (J10-29)

Wed, 16 Feb 2011 @10:47
Tags: news berita


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 4+4+9

Copyright © 2017 Disperindag Prov Jateng
All Rights Reserved